Jumat, 30 April 2010

gak sampe 2 bulan lagi skripsi harus dah dikumpul

satu semester gak terasa banget, tau-tau udah bulan mei dan sebentar lg batas penyerahan skripsi. apa masih sempet???
mudah-mudahan aja masih sempet, walau harus pulang malem trus.
lebih lama waktu diabisin di lab daripada di rmah. Tapi walaupun gitu, untungnya masih ada tmn 4 orang yang bikin suasana ga stress.
gak terasa bgt walaupun seharian di lab, mereka bcnda-bcnda walaupun lg pusing karna harus memikirkan si-motor yang gak mau jalan.
harus tanya sana tanya sini, buka-buka forum dmana2.
akhirnya si-motor yang disayang2 itu pun bisa jalan. pekerjaan yang udah lama ga jln2 akhirnya bisa dilanjut lagi progres nya...

smangat tman2,,
rendi,andri,hadi,dan saroni...

Selasa, 27 April 2010

Kiat-Kiat Menulis Karya Fiksi/Non Fiksi

Hal yang harus dilakukan dalam menulis karya fiksi/non fiksi, yaitu :

1. Memikirkan Ide

Tanpa ide kita layaknya balon yang tertiup udara yang entah kan terbang kemana. Untuk itu, ide adalah modal bagi kita untuk menentukan arah dan tujuan kemana kita kan melangkah. Ide dapat kita petik dari berbagai sumber. baik secara formal maupun non formal. Baik pengalaman pribadi, teman, atau lingkungan.

2. Pengembangan Ide


Setelah kita mendapatkan ide, maka kita harus mampu mengembangkan ide tersebut. Dalam pengembangan ide kita harus menentukan tokoh-tokoh dalam cerita, karakter nya, serta alur nya.

3. Membangkitkan Daya Imajinasi


Dalam mengembangkan ide, kita harus memiliki daya imajinasi yang tinggi. Untuk itu kita perlu mengembangkan daya imajinasi kita. Untuk mengembangkan imajinasi kita, kita bisa membaca buku atau bertanya kepada orang-orang sekitar kita.

4. Menuliskan Sinapsis


Setelah terbentuk sempurna gambaran ceritanya, kita bisa membuat sinapsisnya. Sinapsis merupakan cerita singkat yang berisi isi cerita dari awal sampai ending/akhir cerita.

5. Membuat Kerangka karangan


Dalam membuat kerangka karangan, kita membagi cerita ke dalam beberapa bab. Pada setiap bab harus berisi beberapa adegan/scene. Maka kita dapat menuliskan berapa banyak bab yang akakn kita buat dan adegan apa saja yang akan kita tampilkan dalam cerita.

6. Mulai mengembangkan Cerita


Dalam tahap ini proses nya sangat panjang karena dalam mengembangkan cerita, kita harus mampu mengolah kata agar cerita kita menjadi sajian yang hangat bagi para pembaca.

7. Proses Editing


Saat cerita kita selesai dibuat, kita harus melakukan proses editing. Dalam tahap ini kita hanya harus membaca ulang cerita yang kita buat kemudian memperbaiki apabila ada kata-kata yang salah atau ejaannya kurang tepat tanpa mengubah alur cerita.

8. Pencarian Penerbit

Tentu kita menginginkan cerita kita diterbitkan baik dalam bentuk buku atau novel. Maka kita harus mencari penerbit yang berminat membantu menerbitkan karya kita.